mY bAnnEr

NEWS

By hafizh on 21.01

Filed Under:

Unsyiah Banda Aceh Kembangkan Pusat Studi Tsunami
By admin
Monday, December 10, 2007 04:27:00



Senin, 10 Desember 2007 04:27 WIB Unsyiah Banda Aceh Kembangkan Pusat Studi Tsunami BANDA ACEH—MEDIA: Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, mengembangkan pusat studi tsunami dan mitigasi bencana bekerja sama dengan Universitas Kobe, Jepang, serta Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias. Pusat riset tsunami dan mitigasi bencana itu sebagai respons terhadap pentingnya upaya pendidikan dan penyadaran masyarakat tentang mitigasi bencana dan tsunami, kata juru bicara BRR Aceh-Nias Juanda Djamal di Banda Aceh, Minggu (9/12). Sebagai rangkaian dari pembentukan pusat studi tsunami juga diadakan workshop internasional dan ekspo terkait dengan pengurangan risiko bencana (disaster Risk Reduction) selama empat hari terhitung 8 Desember 2007 di Unsyiah. Workshop itu diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi warga tentang tatacara penyelamatan diri saat bencana, tambah dia. Selain lokal, workshop tersebut diikuti masyarakat dari berbagai negara lain dan sejumlah pakar tsunami serta mitigasi bencana dari Universitas Kobe dan Nagoya akan memberikan presentasinya. Sementara ekspo yang juga berlangsung di Unsyiah akan menampilkan antara lain pameran foto rekonstruksi Aceh, sepeda santai, hiking dan sejumlah kegiatan lain. Rektor Unsyiah Darni Daud mengatakan, workshop ini diharapkan bisa mewujudkan proses pembelajaran dalam kesiapsiagaan penanggulanan bencana serta mencari solusi bagi rekonstruksi pasca tsunami. Pentingnya upaya penyadaran bagi masyarakat dalam menanggulangi bencana. Karena tsunami yang melanda Aceh tiga tahun silam (2004) menjadi pelajaran berharga. Selain merenggut ratusan ribu korban jiwa, katanya. Seharusnya tidak menelan banyak korban, apabila masyarakat kita mengetahui cara untuk melakukan aksi yang cepat dan tepat untuk penyelamatan diri, kata Rektor. Ia mencontohkan, ketika gempa berkekuatan 9,0 SR mengguncang Aceh dan menyebabkan air laut surut, banyak masyarakat malah berupaya memungut ikan yang tergeletak akibat laut mengering. Darni Daud menambahkan, pusat riset tsunami dan mitigasi bencana itu bertujuan untuk memberikan pendidikan, pelatihan kepada masyarakat tentang tsunami dan kesiapan dalam menghadapinya. Unsyiah menganggap proses pembelajaran ini penting, agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan jika bencana datang, katanya. (Ant/OL-01) ----------------------------------------------------- Sumber: Media Indonesia Online

0 komentar for this post

bAnNer