mY bAnnEr
By hafizh on 20.42
Filed Under:
Perpanjang Usia dengan Rekayasa Genetika
Kamis, 06 Maret 2008 Perpanjang Usia dengan Rekayasa Genetika Para ilmuwan menemukan dua mutasi dalam gen-gen yang berdampak pada sensitivitas terhadap faktor pertumbuhan. Sejak dulu kala, manusia selalu ingin panjang umur. Berbagai cara dilakukan, mulai dari meminum ramuan obat-obatan, mandi di kolam yang dianggap keramat, menghindari stres, pola makan, olah raga teratur, dan masih banyak lainnya. Penelitian untuk mencari faktor usia panjang pun sudah kerap dilakukan. Penelitian terbaru yang dilakukan sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat (AS) bahkan mengklaim telah menemukan sebuah gen yang mungkin dapat membuat manusia hidup lebih lama. Para ilmuwan di Institut Penelitian Usia Lanjut di New York, AS, ini mempelajari kerangka genetika sekelompok orang Yahudi yang berusia 100 tahun ke atas dan juga anak-anak mereka sejak kecil hingga tua. Berdasarkan studi yang dilakukan, para ilmuwan itu menemukan bahwa kaum wanita dalam kelompok ini memiliki sebuah gen yang berdampak pada hormon pertumbuhan. Seperti dilansir BBC News, Selasa (4/3), para ilmuwan berpendapat, membatasi hormon tersebut mungkin bisa membuat manusia hidup lebih lama. Pada dasarnya penelitian tersebut menemukan dampak dari sebuah hormon yang dinamakan 'faktor pertumbuhan sejenis insulin' terhadap panjangnya usia. Dan, melalui sejumlah eksperimen atas ragi, cacing, lalat, dan tikus, ditemukan bahwa dengan merekayasa gen-gen yang memproduksi zat tersebut, maka mereka dapat memperpanjang usia secara signifikan. Para ilmuwan menemukan dua mutasi dalam gen-gen yang berdampak pada sensitivitas terhadap 'faktor pertumbuhan sejenis insulin'. Ini disimpulkan setelah melalui penelitian terhadap sekelompok manusia lanjut usia (manula) berusia 100 tahun ke atas dari etnik Yahudi Ashkenazi dan anak-anak mereka, yang tentunya kini sudah memasuki manula juga. Hormon itu mendorong proses pertumbuhan badan serta kedewasaan. Para ilmuwan mengatakan, rekayasa hormon tersebut tampaknya bisa memperlambat proses penuaan. Namun, konsekuensi lain dari rekayasa hormon itu adalah perawakan tubuh yang lebih pendek. Para manula dalam penelitian itu rata-rata lebih rendah 2,5 centimeter dibanding masyarakat pada umumnya. Susunan gen yang menyebabkan seseorang awet muda beberapa tahun terakhir memang terus diteliti para ahli. Hasil riset yang dipublikasikan beberapa bulan lalu juga menyatakan ada gen yang mengontrol proses penuaan. Peneliti di Universitas Harvard dan Universitas California, AS, mendapatkan gen yang berkaitan dengan produksi insulin mengontrol proses penuaan dalam eksperimen pada kapang dan cacing. Meskipun baru penelitian tahap awal, para peneliti yakin, gen serupa terdapat pada manusia. Tetapi, bagaimana pun temuan gen yang mungkin dapat mengatur panjang usia ini bukan berarti merupakan kabar baik bagi kaum laki-laki, karena semua pembawa mutasi genetika yang ditemukan sejauh ini adalah milik kaum Hawa. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Sudah menjadi rahasia umum, perempuan hidup lebih lama daripada laki-laki. Di Okinawa, Jepang, 86 persen penduduk berumur di atas 100 tahun adalah perempuan. Menurut para ahli, perempuan mungkin memiliki gen umur panjang yang sampai kini belum diketahui. Namun, faktor lain yang penting adalah gaya hidup. ''Untuk mencapai 100 persen umur panjang diperlukan peran gen, tapi untuk mencapai 90 persen umur panjang tidak sulit jika seseorang menjalankan pola hidup sehat,'' ujar Craig Willcox, salah satu ilmuwan yang menulis buku The Okinawa Program. Faktor kunci lainnya adalah 'kekuatan dari dalam' yang diperoleh dari olah mental dan fisik. Di masyarakat Okinawa, para orang tua masih bekerja penuh semangat serta menjadi tempat anggota masyarakat yang lebih muda untuk minta nasihat. Penghormatan sebagai orang yang dituakan merupakan faktor penting untuk membangun kekuatan batin dan berperan memperpanjang umur. eye Ihktisar: - Konsekuensi lain dari rekayasa hormon itu adalah perawakan tubuh yang lebih pendek. - Semua pembawa mutasi genetika yang ditemukan sejauh ini adalah milik kaum perempuan. ( ) ----------------------------------------------------- Sumber: Republika Online
0 komentar for this post